Skip to content Skip to right sidebar Skip to footer

Tak Berkategori

Kerawanan Pangan kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2021

Kerawanan pangan adalah suatu kondisi ketidak cukupan pangan yang dialami daerah, masyarakat, atau rumah tangga, pada waktu tertentu untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologi bagi pertumbuhan dan Kesehatan masyarakat. Kerawanan pangan dapat terjadi secara berulang-ulang pada waktu-waktu tertentu karena alasan ekonomi/kemiskinan (kronis), dan dapat pula terjadi akibat keadaan darurat seperti bencana alam maupun bencana sosial (transien). Kondisi rawan pangan dapa tdisebabkan karena : (a) tidak adanya akses secara ekonomi bagi individu/rumah tangga untuk memperoleh pangan yang cukup; (b) tidak adanya akses secara fisik bagi individu rumah tangga untuk memperoleh pangan yang cukup; (c) tidak tercukupinya pangan untuk kehidupan yang produkti findividu/rumah tangga; (d) tidak terpenuhinya pangan secara cukup dalam jumlah, mutu, ragam, keamanan serta keterjangkauan harga. Kerawanan pangan sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang ditetntukan tingkat pendapatannya. Rendahnya tingkat pendapatan memperburuk konsumsi energi dan protein.

Masalah rawan pangan akan terjadi sepanjang kehidupan manusia, maka perlu dicari konsep penanganannya yang efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dan sitausi yang ada. Salah satu konsep tersebut adalah Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG). SKPG adalah suatu rangkaian kegiatan pengamatan situasi pangan dan gizi melalui penyediaan data/ informasi, pengolahan data dan analisis serta rencana intervensi untuk penanganan masalah gangguan pangan dan gizi.

Tabel Tingkat Resiko Rawan Pangan dan Gizi
Tahun 2021

Tingkat Resiko Rawan Pangan  dan Gizi

Kecamatan
Aman Tatoareng, Tahuna, Tahuna Timur
Waspada (Resiko Sedang) Mangsel, Tamako, Tabukan Selatan, Manganitu, Tahuna Barat, Tabukan Utara, Nusa Tabukan, Kepl. Marore, Kendahe
Rawan/ Rentan (Resiko Tinggi) Tabsel Tengah, Tamako, Tabsel Tenggara

Sumber : Dinas Ketahanan Pangan  Daerah

tabel di atas memberikan data Tingkat Resiko Rawan Pangan dan Gizi di Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2021. Berpedoman pada Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG/FIA), analisa data menunjukkan bahwa di Kabupaten Kepulauan Sangihe  memiliki masalah yang berkaitan dengan resiko rawan pangan dan gizi dengan berbagai tingkatan yaitu kecamatan beresiko aman/ringan, kecamatan beresiko sedang dan kecamatan beresiko tinggi.

Ketersediaan Energi dan Protein Berdasarkan Neraca Bahan Makanan Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2021

Berdasarkan Neraca Bahan Makanan (NBM), ketersediaan pangan sumber kalori di Kabupaten Kepulauan Sangihe sesuai jumlah penduduk per tahun, capaian ketersediaan energi dan ketersediaan protein capaiannnya yaitusudah melebihi standar ketersediaan energi dan protein masing-masing direkomendasikan yaitu 2.200 KKal/Kap/Hari dan 57 Gram/Kap/Hari.

Tabel 3.14 menggambarkan data Ketersediaan energi dan protein berdasarkan Neraca Bahan Makanan (NBM) untuk konsumsi perkapita. Total ketersediaan energi yaitu 3.112 Kkal/Kap/Hari dan total ketersediaan protein yaitu 94,85 gr/Kap/hari. Dimana padi – padian penyumbang energi tertinggi dan ikan penyumbang protein tertinggi

Tabel Ketersediaan Energi dan Protein Berdasarkan Neraca Bahan Makanan Tahun 2021

 

Jenis Bahan Makanan

Tahun 2021

Energi (Kkal/Kap/ Hari)

Protein (gr/Kap/Hari)
Padi-padian 919 21,87
Makanan berpati 104 0,46
Gula 169 0,01
Buah biji berminyak 162 2,15
Buah-buahan 552 6,36
Sayuran 25 2,04
Daging 79 2,96
Telur 58 4,63
Susu 284 14,92
Ikan 198 39,23
Minyak/Lemak 503 0,21
Total 3.112 94,85

Sumber : Dinas Ketahanan Pangan  Daerah

Pengertian Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.

Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan pada masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai factor seperti kekeringan,gangguan perkapalan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomi, peperangan, dan sebagainya.

Penilaian ketahanan pangan dibagi menjadi keswadayaan atau keswasembadaan perorangan dan ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko. Komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan.

Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional

PROKLAMASI FUN BIKE 2020

Tahuna, 20/08/2020_Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Dinas Pemuda dan Olahraga Daerah Kab. Kepulauan Sangihe menyelenggarakan lomba Sepeda “Proklamasi Fun Bike 2020” dengan jarak tempuh 25 Km, Start Lapangan Gelora Santiago menuju/memutar kel. Kolongan Akembawi dan kembali finish di Lapangan Gelora Santiago. kegiatan ini diikuti kurang lebih 400 Peserta dimana Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, SE,ME bersama Ketua TP-PKK Drs. Ririswati Gaghana-Katamsi juga ikut serta dalam perlombaan ini dan diikuti oleh Forkopimda, Pimpinan DPRD Sangihe, ASN, TNI/POLRI, BUMN/BUMD, Unit kerja Vertikal, Pelajar dan Masyarakat pecinta olahraga Sepeda. Bupati Kepulauan Sangihe mengatakan luar biasa karena tidak menyangka kegiatan ini yang baru pertama dilakukan jumlah peserta samapai 400 lebih, kegiatan ini terlaksana dengan baik, sponsor banyak, murah meriah dan semangat Kemerdekaan terbangun bersama antara Pemerintah dan semua Elemen Masayarakat. ditempat yang sama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Daerah Kab. Kepulauan Sangihe Wandu C. Labesi atas nama Pemerintah Daerah Kab. Kepulauan Sangihe menyampaikan banyak Terimakasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Lomba Proklamasi Fun Bike dengan harapan kegiatan ini menjadi agenda rutin dan dalam rangka semangat berolahraga Sepeda untuk meningkatkan Imunitas dalam tatanan New Normal Life.

Link Video klik

Perayaan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90

Sangihe – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90 tahun yang jatuh pada hari Minggu (28/10/2018) kemarin, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar upacara bendera dengan tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”, pada Senin (29/10/2018) di lapangan santiago kompleks rumah jabatan Bupati yang di ikuti Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/Polri), Siswa/siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menegah Atas (SMA), Satpol-PP, Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Sangihe.

Selaku Komandan Upacara Julian Pesik, dan sebagai Pemimpin Upacara Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME.

Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) yang dibacakan oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME mengatakan “Kita semua berhutang budi kepada Para Tokoh Pemuda tahun 1928, yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor untuk membangun kesadaran berbangsa kebangsaan Indonesia, sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini,” kata Gaghana.

Dihari Sumpah Pemuda ke-90 Jelas Bupati, mengangkat tema sentral “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”, tema ini diambil atas dasar pentingya pembangunan kepemudaan, untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakhta kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inofatif, mandiri, demokrasi, bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia,” jelas Gaghana.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi diungkapkan Bupati, ibarat dua mata pisau, disatu sisi memberikan jaminan percepatan informasi, sehingga memungkinkan para Pemuda untuk meningkatkan pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

“Namum pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif informasi yang bersifat pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terosisme,” tutur Gaghana.