Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa akan dilaksanakan perbaikan Partial Cut jaringan Palapa Ring segmen Tahuna – Melonguane yang dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 24 April 2024.
Informasi ini didapat melalui Rapat Koordinasi Rencana Sosialisasi Perbaikan Partial Cut Palapa Ring Segmen Tahuna – Melonguane yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) serta Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Layanan TI Masyarakat dan Pemerintahan pada 09 Maret 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, SH, menjelaskan bahwa palapa ring tengah yang memulai operasionalnya sejak tahun 2018 mengalami kerusakan Kabel Laut Link Manado – Ondong Siau, dan Partial Cut Link Tahuna – Melonguane, sehingga akan dilakukan perbaikan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan keandalan layanan telekomunikasi yang menjadi infrastruktur penting bagi konektivitas digital di wilayah perbatasan, termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe sehingga tidak menimbulkan dampak layanan mati berkepanjangan.
Rencana restorasi dilakukan pada tanggal 16 – 24 April 2026 atau 9 hari proses pekerjaan perbaikan, sedangkan wilayah yang terdampak ada 2 Kabupaten, salah satunya Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan layanan internet selama masa perbaikan berlangsung, Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe telah melakukan beberapa hal diantaranya, inventarisasi titik-titik Bantuan Internet BAKTI yang tersebar di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan juga telah meminta pihak Kementerian untuk memfasilitasi penambahan bandwidth internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan permintaan tersebut telah mendapat respon positif dari pemerintah pusat.
“Kami berharap langkah-langkah antisipatif yang telah dilakukan dapat membantu meminimalisir dampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya yang bergantung pada layanan internet untuk pelayanan publik, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi digital, dan kami akan terus intens melakukan koordinasi dan memantau perkembangannya,” ujar Ronald Lumiu.
Lebih lanjut, atas nama pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan pengguna layanan internet atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses perbaikan jaringan berlangsung.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap memahami bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur telekomunikasi demi pelayanan yang lebih baik ke depan serta upaya mencegah dampak layanan mati berkepanjangan.
