Marore, Kepulauan Sangihe – Di tengah upaya penanganan bencana gempa bumi yang melanda Kecamatan Kepulauan Marore, ada satu pemandangan sederhana yang menggambarkan besarnya pengabdian para petugas kemanusiaan di lapangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Ch. Labesi, S.Sos, tertangkap camera tertidur pulas di sisi pintu KM Sabuk Nusantara 95 saat perjalanan kembali dari wilayah perbatasan. Momen tersebut terekam setelah beliau bersama pimpinan daerah dan jajaran terkait menyelesaikan pendampingan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di tiga pulau perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bukan di ruang istirahat yang nyaman, melainkan di sudut kapal dengan hembusan angin laut lepas yang menemani, rasa lelah setelah berhari-hari menjalankan tugas kemanusiaan akhirnya membuat dirinya terlelap. Pemandangan itu menjadi gambaran nyata bahwa di balik setiap bantuan yang sampai ke tangan masyarakat, terdapat dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu.
Sejak terjadinya gempa bumi yang mengguncang wilayah Kepulauan Marore, BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berada di garis depan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
Momen sederhana ini mengingatkan bahwa para petugas penanggulangan bencana juga manusia biasa yang merasakan lelah. Namun demi keselamatan dan kebutuhan masyarakat, mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab hingga pekerjaan selesai.
Ketua Forum Wartawan Sangihe, Ferry Bawoleh, memberikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah daerah yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana gempa bumi di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Menurutnya, kerja keras yang dilakukan para pejabat dan tim lapangan merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Ch. Labesi, S.Sos, yang terus berada di garis depan dalam penanganan pascabencana. Begitu juga kepada Kepala Dinas Sosial, Dokta Pangandaheng, Kaban Kesbangpol G. A. Pella, Kepala Dinas Kominfo Ronald Lumiu Sekretaris Dinas Perindag Vera Masoara, jajaran Dinas Kesehatan, Kabag Protokol, serta seluruh tim yang telah bekerja tanpa mengenal lelah demi memastikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Bawoleh.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penanganan darurat pascagempa tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang saling mendukung dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
“Apa yang dilakukan para kepala dinas, badan, dan seluruh personel di lapangan patut menjadi teladan. Mereka meninggalkan kenyamanan demi memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Semangat pengabdian seperti inilah yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Di tengah tantangan geografis wilayah perbatasan dan kondisi pascabencana, semangat pengabdian yang ditunjukkan para petugas menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui kerja nyata dan pengorbanan yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.
“Ketika masyarakat mulai kembali tersenyum setelah menerima bantuan, di saat yang sama para petugas baru merasakan lelahnya perjalanan panjang. Namun bagi mereka, keselamatan dan kesejahteraan warga adalah prioritas utama yang selalu diperjuangkan.”
