SANGIHE – Wujud kepedulian terhadap keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terus terjadi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali mengundang pihak PLN UP3 Tahuna untuk menggelar rapat bersama guna mencari solusi konkret atas persoalan tersebut.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menghadirkan pihak PLN UP3 Tahuna yang diwakili oleh Dimas. Dalam forum tersebut, Bupati meminta penjelasan terbuka dan menyeluruh terkait penyebab pemadaman serta langkah penanganan yang tengah dan akan dilakukan.

Dalam penjelasannya, pihak PLN menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga unit mesin baru untuk PLT Tamako yang masih menunggu keberangkatan kapal dari Amurang akibat faktor cuaca. Selain itu, mesin relokasi berkapasitas 500 kWh telah tiba di PLT Petta pada Rabu, 11 Februari, dan sementara dalam proses penyesuaian serta instalasi.

PLN juga menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor utama gangguan listrik, akibat dahan, ranting, bahkan pohon tumbang yang menimpa jaringan. Selain itu, kondisi defisit daya turut menjadi penyebab terjadinya pemadaman di sejumlah wilayah.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah perwakilan kecamatan menyampaikan aspirasi masyarakat. Dari Kecamatan Tahuna Barat, disampaikan pertanyaan terkait pemadaman yang tetap terjadi meski kondisi cuaca sedang baik dan tanpa gangguan pohon tumbang. Mereka juga menilai tidak diperlukan penambahan daya, melainkan stabilitas distribusi.

 

Perwakilan Kecamatan Manganitu Selatan mempertanyakan penyebab utama pemadaman di wilayahnya serta mendorong adanya inovasi, seperti pelapisan kabel dengan bahan yang lebih tahan gangguan agar tidak langsung menyebabkan blackout saat tertimpa dahan.

 

Sementara itu, perwakilan Kecamatan Kendahe meminta PLN mengidentifikasi pohon-pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik agar pemerintah kecamatan dapat membantu proses penanganannya. Mereka juga menyoroti perlindungan konsumen atas kerusakan peralatan rumah tangga akibat pemadaman tidak menentu, serta mengusulkan penambahan durasi waktu nyala listrik dari sebelumnya enam jam (18.00–23.59 WITA) menjadi 12 jam penuh (18.00–05.59 WITA).

 

Usulan juga datang dari Elvis Matantu yang meminta agar pengadaan mesin baru menjadi prioritas, bukan sekadar mesin relokasi, demi menjamin kestabilan listrik jangka panjang.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, PLN menegaskan bahwa pemadaman murni disebabkan oleh defisit daya dan faktor cuaca. Untuk wilayah Manganitu Selatan, suplai listrik saat ini masih bergantung pada PLT Sawang Tahuna, sehingga apabila terjadi gangguan di sepanjang jalur distribusi menuju Mangsel, wilayah tersebut ikut terdampak.

 

Namun demikian, PLN menyampaikan bahwa pembagian suplai daya dari Tamako ke Mangsel akan dilakukan setelah tiga mesin baru tiba dan beroperasi di PLT Tamako.

Dalam kesimpulan rapat, PLN UP3 Tahuna menjanjikan bahwa pada akhir Februari, kondisi kelistrikan di Sangihe akan lebih stabil dengan kedatangan tiga mesin baru yang merupakan hasil lobi dan perjuangan Bupati Kepulauan Sangihe pada tahun 2025.

 

Langkah cepat dan konsisten Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam memanggil serta meminta pertanggungjawaban langsung dari pihak PLN menunjukkan komitmen dan kepedulian Bupati terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga pelayanan listrik di Sangihe benar-benar stabil dan maksimal demi kenyamanan serta kesejahteraan warga.