Sangihe — Rangkaian Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) yang telah berlangsung selama satu pekan akhirnya ditutup secara resmi pada Sabtu malam, (15/11/2025). Penutupan digelar di panggung utama pusat Kota Tahuna yang malam itu dipadati ribuan warga dari berbagai kecamatan untuk menikmati penampilan Toton Caribo, Chalan Alvaro, serta kreator muda Diego Alexander Garing.

Selama tujuh hari pelaksanaan, FSBS menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan kekayaan tradisi Sangihe dengan sentuhan seni modern. Pertunjukan budaya, pergelaran musik, hingga pameran UMKM ikut meramaikan festival yang menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dari 15 kecamatan di Kepulauan Sangihe.
Dalam sambutan penutupan, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang turut memberikan energi positif sepanjang pelaksanaan festival.

“Festival tahun ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan masyarakat terhadap budaya Sangihe. Kehadiran warga dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa FSBS adalah ruang bersama yang dirayakan oleh semua kalangan,” ungkap Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa sejumlah kekurangan yang terlihat dalam penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan pembenahan ke depan.

“Kita harus mengakui masih ada hal yang perlu ditingkatkan. Namun kerja keras panitia, relawan, pelaku seni, dan dukungan masyarakat patut diapresiasi. Tanpa keberanian memulai, kita tidak akan pernah mencapai penyempurnaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Thungari menekankan bahwa kemajuan zaman tidak harus bertentangan dengan nilai tradisi.
“Modernisasi bukanlah ancaman bagi budaya. Justru dapat menjadi kekuatan baru jika kita mampu mengelolanya dengan bijaksana,” jelasnya.

Ia turut menggarisbawahi bahwa FSBS juga membawa dampak ekonomi, terutama bagi sektor UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
“Festival ini memberi ruang bagi para pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan industri kreatif untuk berkembang. Ini sejalan dengan visi Sapta Membara, yang menempatkan budaya sebagai kekuatan ekonomi dan sosial masyarakat,” tambahnya.

Penutupan berlangsung meriah dan penuh antusiasme, menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda budaya terbesar di Kepulauan Sangihe. Pemerintah daerah memastikan bahwa FSBS akan terus dikembangkan sebagai kegiatan tahunan yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
