Sangihe — Memasuki hari kelima pelaksanaan Festival Budaya Sangihe (FBS) Tahun 2025, berbagai kegiatan terus digelar sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Kepulauan Sangihe. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah Lomba Dayung Perahu Tradisional, yang dilaksanakan di bibir Pantai Boulevard, Kelurahan Sawang Bendar. Selasa (11/11/25)

Kegiatan lomba ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Bapak Michael Thungari, S.E., M.M., didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Sangihe, Bapak Melanchthon H. Wolff, S.T., M.E.

Michael Thungari menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia pelaksana yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan Festival Budaya Sangihe tahun ini. Menurutnya, lomba dayung tradisional bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menjaga semangat kebersamaan serta melestarikan tradisi maritim yang menjadi identitas masyarakat Sangihe.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menumbuhkan sportivitas, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya dan potensi bahari daerah kita,” ujar Bupati Thungari.

Lomba yang diikuti oleh lima tim peserta ini berlangsung penuh semangat dan antusiasme, disaksikan langsung oleh masyarakat yang memadati area pantai. Suasana kebersamaan dan semangat sportivitas tampak jelas dalam setiap momen perlombaan, menambah semarak rangkaian kegiatan Festival Budaya Sangihe 2025.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berkomitmen menjadikan FBS sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menampilkan keindahan budaya lokal, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat dalam bingkai pelestarian nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.
