Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bulan: Mei 2019

Bupati Kepulauan Sangihe menghadiri musrenbangnas Tahun 2020

Sangihe – Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E. Gaghana,SE.ME, mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020 di Hotel Shangri-La Jakarta yang dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Gaghana berharap program pemerintah pusat kedepan yang akan disusun pemerintah pusat akan berpihak lebih banyak kedaerah perbatasan, Gaghana mengatakan, sesuai dengan arahan bapak presiden, pelaksanaan Musrenbangnas 2019 telah menggunakan pendekatan money follows program, asas manfaat, serta perencanaan secara holistik, ematik, terintegrasi, dan berbasis spasial.

“Pelaksanaan musrenbangnas merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan Musrenbang di tingkat kabupaten kota dan provinsi,” jelas Gaghana.

Bupati juga menyampaikan pentingnya Musrenbang bagi pembangunan daerah. Menurutnya dari sinilah pemerintah menyusun rencana kerja tahun berikutnya yang berintegrasi dengan program pemerintah pusat. Dirinya berharap Kabupaten Sangihe bisa mendapat prioritas dalam Musrenbang ini.

“Melalui ini kita akan tahu apa saja program maupun rencana kerja yang dianggarakan oleh pemerintah pusat. Kita tentu berharap Kabupaten Sangihe bisa mendapat periotas dalam program-program pusat di 2020 mendatang”, ungkapnya.

Seperti diketahui, Undang Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU SPPN) mengatur tahapan proses penyusunan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan. Salah satu tahapan terpenting yang menjadi bagian dalam proses tersebut adalah Musrenbangnas.

(Marno)

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Gelora Santiago

Sangihe – Upacar Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Rabu 2 Mei 2019, di lapangan santiago rumah Jabatan Bupati yang dihadiri Sekda Edwin Roring SE, Kapolres Sangihe AKBP Sudung F Napitu, Danlanal Tahuna yang diwakili, Kejari Tahuna yang diwakili, Kepala PN Tahuna yang diwakili. Peserta Upacara TNI-Polri, Pamong praja, Korpri, Pimpinan OPD, Siswa siswi.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Wakil Bupati (Wabup) Sangihe Helmud Hontong SE, sekaligus membawakan sambutan.

Wabup mengatakan, seluruh rakyat Indonesia sebagaimana diketahui, tanggal 2 Mei diambil dari hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Tokoh pahlawan nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional dan para pahlawan khususnya para pejuang pendidikan.

“Dilihat dari sudut pandang pendidikan harus terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara. Proses belajar pada hakekatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju kedewasaan, dalam hal ini dewasa dalam berdemokrasi perlu terbentuk warga negara yang demokratis, dan ini merupakan tujuan pendidikan nasional kita. Yang tertuang pada undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 13 menyebutkan tujuan potensi pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” kata Hontong membacakan sambutan tertulis Mentri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) RI Prof Dr Muhajair Effendy M A P.

“Dalam konsep kontestasi demokrasi, selalu meninggalkan jejak yang bisa menimbulkan kerusakan, perpecahan. Dalam momentum Seperti ini tanggung jawab nasional kita dipertaruhkan untuk selalu menjaga aset bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu semangat kerukunan persaudaraan dan persatuan,” sambungnya.

Lanjutnya, selama 4 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo Jusuf Kalla, difokuskan pada pembangunan infrastruktur atau sarana pembangunan prasarana transportasi darat, laut dan udara. Mulai jalan tol, jalan pedesaan, pelabuhan dan lapangan terbang.

“Sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Jokowi Indonesia baru memiliki sekitar 39% dari yang seharusnya. Pembangunan infrastruktur dalam 4 tahun terakhir ini dirasakan manfaatnya, disamping pembangunan infrastruktur pemerintahan juga memulai pembangunan dari pinggiran. Keduanya memiliki makna yang sangat mendalam dengan interaksi infrastruktur, khususnya transportasi dan komunikasi konektivitas seluruh wilayah Indonesia dapat diwujudkan dan betul-betul nyata,” lanjut Hontong.

Disisi lain dia menjelaskan, pembangunan wilayah pinggiran dapat mempertegas kehadiran dan kedaulatan negara, kalau singa jantan menandai batas wilayah kekuasaannya dengan menebar aroma Air seninya. Sedangkan Negara menandai batas kedaulatannya dengan menebar aroma pembangunan besar-besaran di wilayah pinggiran dan perbatasan, dalam rangka menerjemahkan kebijakan tersebut di sektor pendidikan.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi perhatian khusus, untuk mengirimkan di wilayah terluar terdepan dan Tertinggal. Kemendikbud memberi perhatian khusus pada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada diluar batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabang dan Serawak negara bagian Malaysia,” jelas Hontong.

Sebagaimana telah disampaikan oleh presiden dalam banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia.

“Kekuatan sektor Pendidikan dan Kebudayaan menemukan urgensinya. Karen itu tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan, yang mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya manusia (SDM), yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan dalam perspektif,” ungkapnya.

Ditambahkan Wabup, pembangunan sumber daya manusia menekankan 2 penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

“Dalam pendidikan karakter dimaksudkan, untuk membentuk Insan berakhlak mulia sopan santun tanggung jawab, keterampilan dan kecakapan, di sertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan untuk membutuhkan profesional kerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia di tingkat pusat dan tingkat daerah,” tutupnya.

Diakhir kegiatan dilanjutkan dengan penampilan drum band dari siswa/siswi SMP dan SMA.

(Marno)

Bupati Sangihe mengahadiri program pembelajaran kepemimpinan untuk memajukan ekosistem ekonomi digital untuk wilayah terdepan, terluar dan tertinggal di Ubud Bali

Sangihe – Bertempat di meeting room, Stahala Ubud Bali dilaksanakan Co-class dan Unity In Diversity yang dihadiri Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, ini merupakan program Kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Universitas Tsinghua dan Yayasan Upaya Indonesia Damai atau yang lebih dikenal sebagai United In Diversity.

Co-CLASS (Collaborative Creative Learning and Action for Sustainable Solutions) adalah program pembelajaran kepemimpinan yang dirancang untuk memungkinkan para pelaku berbagai ekosistem untuk menjalin hubungan.

Dengan kegiatan ini diharapkan kedepan dapat terjalin hubungan kolaborasi efektif, dalam menggeser paradigma yang hanya memajukan kesejahteraan bukan hanya kepentingan.

Acara ini dilaksanakan untuk mengumpulkan pemangku kepentingan dalam memajukan ekosistem ekonomi digital untuk wilayah terdepan, terluar dan tertinggal di Indonesia.

Dalam kesempatan ini Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana,SE.ME memaparkan tantangan dan peluang yang dihadapi Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini dan saat yang akan datang. (Marno)