Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bulan: Januari 2019

Me’Daseng yang dilaksanakan pertama kali di tahun 2019 ini yang di laksanakan di Kecamatan Tabukan Tengah khususnya kampung Bira.

Sangihe  – Me’Daseng dilakukan untuk melaksanakan program-program yang bersentuhan langsung kepada masyarakat, selain untuk mendekatkan pelayanan publik dan juga dimanfaatkan untuk memaparkan program program kedepan, dan dilaksanakan secara maraton untuk mencapai apa yang diinginkan oleh masyarakat Sangihe.

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E. Gaghana,SE.ME dalam sambutannya mengatakan, disaat ini kita harus melestarikan adat istiadat yang ada di daerah kita ini.

“Adat istiadat Sangihe cukup kental dan cukup membawa pemahaman yang harus kita lestarikan dan harus kita jaga, karena saat ini telah bergeser, dan sudah saatnya kita lestarikan kembali”. Kata Bupati

Bupati juga mengatakan ditahun 2019 ini sudah ditetapkan bahasa Daerah sebagai bahasa pengantar dalam berkomunikasi.

“ditahun 2019 ini sudah ditetapkan bahwa bahasa Sangihe akan dijadikan bahasa pengantar dalam berkomunikasi sehari hari, dan sekolah sekolah agar ditetapkan dalam mata pelajaran mulok” Ucap Bupati.

Kunjungan Kerja Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara beserta Rombongan di Kabupaten Kepulauan Sangihe

Sangihe – Mewakili pemerintah di Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dodokambey, SE mengucapkan selamat datang kepada kedua menteri RI da  kunjungan di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Gubernur mengapresiasi pembangunan di Kepulauan Sangihe yang berjalan sangat baik dibawah pimpinan Bupati yang sangat berpengalaman.

Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani bahwa Kabupaten Sangihe jalanya sangat bagus, kotanya bersih dan ini merupakan sebuah keindahan yang tidak dapat dibeli tanpa Komitmen.

Ditambahkanya pula bahwa, Kepulauan Sangihe merupakan daerah terluar hanya secara geogravis, tetapi secara  pembangunan infrastruktur tetap sama. Masyarak yang tinggal seharusnya tidak merasa terpencil dan tidak terkoneksi, akan tetapi tetap terfasilitas dengan infrastruktur yang baik.

Komitmen Pemerintah Jokowi JK, menyatukan Indonesia dengan pembangunan yang dibiayai tidak hanya menggunakan APBN dan hutang, tetapi dengan berbagai instrumen-instrumen contoh PII dan IIF yang merupakan dua instrumen Kementrian Keuangan untuk membantu kementrian dan Daerah karena APBN tidak datang dengan jumlah yang besar,  sehingga proyek ini dapat terbangun dengan cepat.

Sementara itu Menteri Kominfo menjelaskan tentang Proyek Palapa  Ring  Paket Tengah kepada semua yang hadir bahwa proyek ini merupakan proyek yang sangat penting, bahwa proyek ini adalah Pembangunan Jaringan tulang Punggung atau jalan tol udara,  untuk pelayanan signal yang lebih baik dan mempunyai back up signal jika terjadi gangguan.

Ditambahkannya pula ini bukan hanya soal internet dengan kecepatan tinggi tetapi dengan harga yang sangat terjangkau sama dengan wilayah indonesia barat dengan satu tujuan menyatakan Indonesia.

Rapat Ke-5 (Lima) Persiapan HUT Daerah Kepulauan Sangihe ke 594 Tahun dan Upacara adat Tulude.

Sangihe – Rapat persiapan Hut Daerah Kepulauan Sangihe ke 594 Tahun dan Upacara Adat Tulude, yang ke 5 (lima), di pimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, Selasa, 15 Januari 2019.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kab.Kepl.Sangihe, Para Asisten, Para Pimpinan OPD, Ketua Badan Adat bersama Anggota, Pimpinan BUMN dan pelaku usaha.

Dilaporkan oleh ketua panitia Dra.Olga Makasidamo, bahwa Hut Daerah Kepulauan Sangihe ke 594 Tahun dan Upacara Adat Tulude akan dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2019, pukul 15.00 Wita di Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe .

Acara ini juga dimeriahkan dengan kegiatan pra Tulude yaitu Lomba Ampat Wayer dan Tari kreasi Budaya Bungke tingkat SD dan SLTP yang akan di laksanakan pada tanggal 28-29 Januari 2019. Musik bambu klaosal yang akan ditiup oleh 594 orang juga turut memeriahkan acara adat tulude.

Bupati berharap, agar pelaksanaannya acara tulude disetiap tahun harus terlihat peningkatan kualitas bahkan dapat dipahami dan dihayati oleh seluruh masyarakat Kab.Kepl.Sangihe termasuk masyarakat wilayah Nusa Utara dimana pun berada.

Acara ini telah menasional, sehingga patut disyukuri, karena kondisi ini menjadikan kita yang berada di pusat kegiatan harus betul-betul memahami dan melaksanakan sesuai dengan tatanan, esensi, dan penghayatan dari tulude itu sendiri, bukan hanya kegiatan seremonial atau rutinitas saja.
(Athia)

Persiapan Upacara Adat Tulude Bupati Kepulauan Sangihe, Tanggal 31 Januari Hanya Fokus di Sangihe

Sangihe, — Terkait dengan pelaksanaan upacara adat Tulude yang rutin dilakukan setiap tanggal 31 Januari tahun berjalan, Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Kabupaten induk wajib menggelarnya pada tanggal tersebut.

Dengan kata lain, daerah lainnya yang juga akan menggelar Tulude dapat menyesuaikan pada tanggal yang lain selain tanggal 31 Januari. Hal ini dikatakan Bupati Kepulauan Sangihe, Bapak Jabes E. Gaghana,SE.ME belum lama ini.

Menurut Bupati, diupayakan hanya Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menggelar Tulude pada tanggal 31 Januari, merupakan bentuk penghargaan terhadap Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Kabupaten induk sekaligus untuk lebih memfokuskan makna Tulude sebagai agenda adat yang pelaksanannya setiap tanggal 31 Januari.

”Kita tahu ada daerah lain juga yang menggelar Tulude selain Kab.Kepl.Sangihe, namun untuk lebih menghormati budaya dan keberadaan Sangihe sebagai Kabupaten induk, pada tanggal 31 Januari akan terfokus di Sangihe. Dan daerah lain yang akan melaksanakannya dapat mengambil tanggal yang lain,”ungkap Bupati.

”Nantinya kami akan berkoordinasi dengan Daerah lain di Sulut yang juga akan menggelar Tulude, agar mereka tidak mengambil tanggal 31 Januari untuk menggelar acara dimaksud,” Kata Bupati

Sementara itu Pemkab Sangihe dan Badan Adat tengah mematangkan persiapan Tulude sekaligus dengan peringatan HUT Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ke – 594.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe Bapak Jeffry S. Tilaar,SE mengatakan, untuk perayaan Upacara Adat Tulude Tahun 2019 maupun HUT Daerah akan dipusatkan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati.

Ditambahkanya juga, kepastian kedua event tahunan dimaksud tentunya sudah melalui berbagai pembahasan dan koordinasi serta rapat pemerintah daerah bersama Badan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Sudah dua kali dilaksanakan rapat bersama Badan Adat, dan menentukan pelaksanaan kedua event tersebut digelar tanggal 31 Januari 2019. Bahkan berbagai persiapan sudah dimantapkan kareana akan diisi dengan berbagai acara adat, seperti pementasan kesenian daerah dan pesta rakyat” .

(enal)

Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali mendapatkan penghargaan Anugerah Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

Sangihe  –  Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali mendapatkan penghargaan Anugerah Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Penerima Adipura ada sebanyak 119 Kabupaten Kota. dan untuk kategori kota kecil 83 Kabupaten/Kota termasuk kota Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Anugerah Adipura tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, dengan didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Senin, (14/01) bertempat di Auditorium Dr. Soejarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Soebroto-Jakarta Pusat.

Bapak Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong,SE berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan Pemerintah Daerah dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.

“Adipura kembali kita rebut karena adanya sinergitas antar pemerintah dan dukungan penuh dari masyarakat. Penghargaan ini akan lebih meningkatkan kinerja kita kedepan, dan yang paling penting kesadaran menjaga kualitas lingkungan di masyarakat lebih dipacu lagi agar kita terhindar dari berbagai penyakit berbahaya,” ungkap Bapak Wakil Bupati.

Turut mendampingi Bapak Wakil Bupati, Kepala Badan Lingkungan Hidup Cristoffel Hangau, yang saat dimintai keterangan mengatakan sebagai instasi teknis hal itu merupakan hasil kerja bersama. Dirinya mengimbau agar semua yang terlibat lebih semangat lagi untuk memperhatikan masalah lingkungan terkait kebersihan lingkungan.

“Di sini bukan persoalan Adipura tapi bagimana kita menciptakan lingkungan yang bersih, dan sehat. Kalaupun ada apresiasi dari pemerintah pusat kita mendapat Adipura,  itu juga merupakan anugerah, tetapi yang paling utama bagaimana kita memelihara lingkungan yang bersih dan sehat,” ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup Cristoffel Hangau.

Dia berharap untuk tahun 2019 semua harus ditingkatkan. Dengan mendapat Adipura 2017/2018, tuntutannya harus memperluas wilayah pelayanan sampah arau pelayanan pengelolaan sampah.

“Kalau ini, cuma Kota Tahuna dan sebagian Tahuna Timur. Berikut Ini mesti ambil Tahuna Barat dan keseluruhan Tahuna Timur. Jadi tiga Tahuna ini. Di sisi lain kita punya anggaran terbatas. Contoh begini, kalau kita ambil Tahuna Barat, di sana harus ada Tempat Pembuangan Sementara (TPS), itu yang ada di pinggir-pinggir jalan tempat penampungan. sementara di 2019 ini tidak ada anggaran untuk itu. itu persoalan. Kita harap tentunya Pak Bupati sebagai pimpinan bagaimana melihat ini. Karena ini lepas soal dari Adipura, tetapi ini mutlak masalah nasional dan internasional masalah sampah,” jelas Kepala Badan Lingkungan Hidup Cristoffel Hangau.